Tuesday, March 24, 2009

Mikrohabitat dalam struktur tanah
Di setiap tempat seperti dalam tanah, udara maupun air selalu dijumpai
mikroba. Umumnya jumlah mikroba dalam tanah lebih banyak daripada dalam air
ataupun udara. Umumnya bahan organik dan senyawa anorganik lebih tinggi dalam
tanah sehingga cocok untuk pertumbuhan mikroba heterotrof maupun autotrof.
Keberadaan mikroba di dalam tanah terutama dipengaruhi oleh sifat kimia
dan fisika tanah. Komponen penyusun tanah yang terdiri atas pasir, debu, lempung dan
bahan organik maupun bahan penyemen lain akan membentuk struktur tanah. Struktur
tanah akan menentukan keberadaan oksigen dan lengas dalam tanah. Dalam hal ini
akan terbentuk lingkungan mikro dalam suatu struktur tanah. Mikroba akan membentuk
mikrokoloni dalam struktur tanah tersebut, dengan tempat pertumbuhan yang sesuai
dengan sifat mikroba dan lingkungan yang diperlukan. Dalam suatu struktur tanah
dapat dijumpai berbagai mikrokoloni seperti mikroba heterotrof pengguna bahan
organik maupun bakteri autotrof,dan bakteri aerob maupun anaerob. Untuk
kehidupannya, setiap jenis mikroba mempunyai kemampuan untuk merubah satu
senyawa menjadi senyawa lain dalam rangka mendapatkan energi dan nutrien. Dengan
demikian adanya mikroba dalam tanah menyebabkan terjadinya daur unsur-unsur
seperti karbon, nitrogen, fosfor dan unsur lain di alam.

No comments:

Post a Comment